Friday, 31 July 2015

Hidup Untuk Menjadi Mempelai Kristus (Heavenly Bride )

Ditulis oleh: Samuel
2 Korintus 4:6-8;5:1-10
Siapa yang ingin menikah pasti memiliki beberapa kriteria dalam memilih pasangan atau calon pendampingnya. Demikian juga dengan Tuhan, Ia sedang menanti mempelai-mempelai-Nya yang siap. Pertanyaannya adalah siapkah kita? Hidup kita didunia ini sangat singkat. Siap atau tidak sial, susah atau senang, hari Tuhan pasti akan datang, bagaimana kesiapan diri kita dalam menantikan-Nya sebagai mempelai pria? Setiap tempat memiliki kebiasaannya sendiri-sendiri dalam menentukan /mencari mempelai sesuai dengan tradisi yang berlaku di tempat itu.  Di Korintus, cara dan tradisi yang belaku disana sangatlah berbeda dengan tempat lain. Mereka memiliki beberapa tradisi, diantaranya mereka masih mempercayai tentang adanya dewi aprodite (dewi cinta). Pada masa tertentu para gadis-gadis ditempat itu, di malam hari akan keluar dan melayani siapapun pria yang ada di kota itu telepas apakah pria itu penduduk asli atau pendatang. Singkat kata di Korintus memiliki kebudayaan yang mendunia/serupa dengan dunia. Paulus bekerja keras untuk jemaat disana, ia mengirim pesan dan saran bagi mereka karena ia ingin jemaat di korintus bertumbuh dalam Kristus.  Paulus mau agar jemaat di Korintus tetap bertahan dengan cara hidup Kristus bukan dengan cara hidup duniawi. Umat Tuhan harus bertumbuh didalam Tuhan.
                                     
Ciri-ciri umat yang bertumbuh adalah:

1. Melihat apa yang tidak kelihatan
Menjadi mempelai Kristus berarti bertumbuh menjadi dewasa dan menjadi siap pada kedatangan-Nya yang kedua kali. Umat Tuhan yang terus bertumbuh mengandalkan Tuhan dalam segala hal. Karena apa yang kelihatan itu hanya sementara dan yang tidak kelihatan itu kekal. Apa yang akan kita pikirkan? 2 Raja-raja 6:17, apa yang kita lihat itu menpengaruhi iman kita sama halnya dengan pelayan Elisa, saat Israel berperang melawan Aram. Pelayan Elisa sangat ketakutan, mengetahui apa yang sedang terjadi di Israel, tetapi saat Elisa berdoa dan Tuhan membuka matanya dan ia melihat bahwa begitu banyak malaikat yang berada mengelilingi kota itu ia menjadi tenang. Bagaimna melihat yang tidak kelihatan?  kita harus berada dalam hadirat Tuhan, maka kita dapat melihat apa yang tidak pernah kita bayangkan, tetapi Tuhan sediakan bagi kita.

2. God’s Initiatives
Segala sesuatu yang kita alami semua dalam kendali Tuhan , percayalah bahwa tidak ada yang tidak Ia ketahui. Inisiatif Tuhan tidak terbatas, jadi jangan kita batasi dengan pikiran kita. Beberapa inisiatif yang Tuhan lakukan dalam hidup kita.

a. God himself preparedus
Tuhan yang menyediakan segala yang kita butuhkan. Tuhan mempersiapkan masalah dan juga jalan keluar untuk kita. Jangan takut dengan masalah yang kita hadapi, karena pasti selalu ada jalan keluar, tinggal bagaimana kita melihat cara Tuhan dalam mendewasakan kita dengan hal itu.

b. Roh Kudus sebagai Jamainan
Dengan jaminan diri-Nya sendiri yaitu Roh kudus, karena kita perlu roh kudus apapun alasannya. Jika kita merasa nyaman dengan hidup kita, maka itu artinya kita mulai tidak membutuhkan Roh Kudus. Dengan kenyamanan yang kita rasakan, kita akan membuat peranan Roh Kudus dalam hidup kita tdak berjalan dengan baik. Saat kita mulai merasa nyaman dengan hidup kita, maka saat itu kita harus bertobat.
                                     
3. Walk by faith to the end (Markus 9:24)
Berjalan dengan Tuhan dalam setiap persoalan kita tidaklah mudah, tetapi saat itulah kita akan didewasakan oleh Tuhan. Memilih untuk tetap setia sampai akhir butuh perjuangan yang sangat keras, karena hal itu tidak mudah kita lakukan sendiri maka Tuhan mengirimkan Roh kudus sebagi penolong.

Pilihan sebagai mempelai Kristus yang dewasa adalah suatu proses yang panjang, dan itu membutuhkan waktu yang lama. Pilihan kita sekarang  ingin tetap setia sampai akhir atau menyerah di tangah jalan?

No comments:

Post a Comment

Terima kasih telah menulis komentar yang positif.