Friday, 31 July 2015

Kasih yang Kekal (Everlasting Love )

Ditulis oleh: Ps. Sofian

“Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” (Yohanes 3:16)

1.      Kasih Tuhan Selalu Mengasihi Kita
Keterbatasan kita tidak akan membuat kasih Tuhan berkurang dari hidup kita dan kelebihan kita tidak membuat Tuhan lebih mengasihi kita. Tetapi orang berjumpa dengan kasih Tuhan pasti mengalami perubahan. Kasih Tuhan selama-lamanya bagi kita.
“Dari jauh Tuhan menampakkan diri kepadanya: Aku mengasihi engkau dengan kasih yang kekal, sebab itu Aku melanjutkan kasih setia-Ku kepadamu. Aku akan membangun engkau kembali, sehingga engkau dibangun, hai anak dara Israel! Engkau akan mengasihi dirimu kembali dengan rebana dan akan tampil dalam tari-tarian orang yang bersukaria.” (Yer. 31:3-4)
Tuhan menampakkan diri menyatakan Tuhan yang terlebih dahulu atau berinisiatif memulai hubungan-Nya dengan kita. Pengorbanan, kematian dan kebangkitan Yesus saat ini sudah menjadi milik dunia, hiburan, liburan, dan sudah kehilangan esensinya yaitu kasih Yesus. Untuk itu pada momen ini, mari kita kembali kepada kasih Bapa yang kekal itu.
“Maka bangkitlah ia dan pergi kepada bapanya. Ketika ia masih jauh, ayahnya telah melihatnya, lalu bergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ayahnya itu berlari mendapatkan dia lalu merangkul dan mencium dia.” (Lukas 25:20)
Tuhan menunggu kita untuk kembali kepada Tuhan, Dia tidak pernah putus asa untuk menunggu kita. Bapa menganggap kehormatan anak-Nya lebih penting daripada reputasi-Nya. Kasih itu berani berkorban.
Tiga hal yang Tuhan kembalikan saat kita kembali kepada Tuhan:
a.       Jubah, yang artinya identitas kita dikembalikan menjadi anak-anak Tuhan.
b.      Cincin, yang atinya otoritas. “Tetapi semua orang yang menerima-Nya, diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya.” (Yohanes 1:2)
c.       Kasut yang artinya kekuatan untuk menjalani kehidupan.

2.      Kasih Itu Selalu Membangun
“Aku akan membangun engkau kembali, sehingga engkau dibangun, hai anak dara Israel! Engkau akan mengasihi dirimu kembali dengan rebana dan akan tampil dalam tari-tarian orang yang bersukaria.” (Yer. 31:4).
Kasih Tuhan adalah kasih yang selalu membangun setiap hidup manusia.
Berikut dua nilai moral kasih:
a.       Kasih Selalu Kebenaran
Kasih itu selalu benar dan tidak pernah pura-pura. Dimana ada kasih di situ ada kebenaran dan memerdekakan. “dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.” (Yohanes 8:32)
b.      Kasih Berisi Tanggung Jawab
Kasih itu memberi dan tidak menahan untuk memberi bagi orang lain. Kasih harus selalu dialirkan kepada sesama kita. Siapapun, kapanpun dan dimanapun, kasih tidak pernah memandang kedudukan, status, agama, dan lai-lain.
“Hendaklah kasih itu jangan pura-pura! Jauhilah yang jahat dan lakukan yang baik” (Roma 12:9)

Tuhan memberikan kasih-Nya bagi kita tanpa memandang segala keberadaan kita. Allah memberikan kasih-Nya karena Allah adalah kasih itu sendiri. Mari kembali kepada kasih Tuhan Yesus yang kekal bagi umat-Nya yang mangasihi Dia.

No comments:

Post a Comment

Terima kasih telah menulis komentar yang positif.