Tuesday, 28 July 2015

Konsentrasi Penuh

Ditulis oleh: Pnt. Joseph Panggabean, S.Th


“Semuanya ini kukatakan untuk kepentingan kamu sendiri, bukan untuk menghalang-halangi kamu dalam kebebasan kamu, tetapi sebaliknya supaya kamu melakukan apa yang benar dan baik, dan melayani Tuhan tanpa gangguan.” (1 Korintus 7:29-35)

Kita pasti pernah mendengar dan merasakan misteri fenomena alam yang disebut blood moon yang pernah terjadi pada 4 April 2015 yang lalu. Tanda alam penuh dengan misteri sebagai penggenapan janji Firman-Nya.
Tetrad adalah terjadinya gerhana bulan menjadi darah berturut-turut sebanyak 4 kali dan hanya terjadu dalam interval waktu 500 tahun sekali.
  1. 15 April 2014, gerhana bulan menjadi darah.
  2. 08 Oktober 2014, gerhana bulan menjadi darah.
  3. 21 Maret 2015, gerhana matahari total.
  4. 04 April 2015, gerhana bulan menjadi darah.
  5. 4 September 2015, gerhana matahari total.
  6. 28 September 2015, gerhana bulan menjadi darah.

Konsentrasi penuh pada hari Tuhan yang semakin mendekat (1 Korintus 7:29-35).
  1. Orang yang beristri seolah tidak beristri, jangan diartikan secara harafiah atau sekilas, seorang yang beristri seolah tidak beristri yang dimaksud disini adalah hidup di dalam kesucian. Tidak mementingkan atau hanya fokus kepada orang yang berada di dekat kita, karena Tuhan mau kita fokus kepada Tuhan dan menjangkau jiwa-jiwa.
  2. Orang yang menangis seolah tidak menangis, hidup dalam perjuangan menghadapi kesulitan dan tekanan. Terus berjuang walau seakan tidak ada harapan dan tetap percaya bahwa Tuhan selalu bersama dengan kita. Karena jika kita meratapi masalah tanpa berusaha dan menyertakan Tuhan maka kita akan hanyut oleh keadaan kita tanpa memikirkan orang lain.
  3. Orang yang bergembira seolah tidak bergembira, berarti tidak mabuk dalam kesuksesan hidup, sehingga kita jangan meninggalkan Tuhan (1 Tes. 5:7). Harta adalah sesuatu yang menjadi tolak ukur di kalangan masyarakat, harta juga terkadang membuat kita lupa bagaimana kita harus menikmati hidup kita. Belajar berbagi dan mencari Tuhan dengan setiap hal yang kita miliki. Harta cenderung membuat kita menjauh dari Tuhan, seorang anak muda datang kepada Yesus dan bertanya “Guru, bagaimana aku dapat masuk ke dalam kerajaan surga?” Jawab Yesus kepadanya: “Lakukanlah seluruh perintah Firman Tuhan yang terdapat dalam kitab Taurat.” Jawab anak muda itu “Semua telah kulakukan, adakah yang kurang?” Kata Yesus kepadanya “Pergilah dan jualah seluruh hartamu, lalu ikutlah Aku” Anak muda itu pergi dengan hati sedih. Kenapa anak muda itu bersedih? Karena ia memiliki harta kekayaan yang banyak, yang sangat sulit untuk ia tinggalkan. Karena itu Alkitab berkata dimana harta kita berada disitulah hati kita berada.
  4. Orang yang membeli atau memiliki segala sesuatu seolah tidak memiliki apa yang mereka beli, apapun yang kita miliki itu hanya barang titipan dari Tuhan tidak seharusnya kita terlalu berbangga diri dengan apa yang kita miliki sementara banyak orang hidup dalam kekuranga. Grand design dunia berhenti di puncak kemapanan harta benda dan segala kejayaan.
 Sebaliknya di waktu yang telah singkat dan sisa ini konsentrasi penuh kepada:
  1. Hidup tanpa khawatir (2 Kor. 5:7)
  2. Menyenangkan Tuhan dan melayani tanpa gangguan (2 Tim. 3:2, 1 Tim. 4:10)
    Dan akhirnya jika tanda fenomena alam itu terjadi, kita semua akan diubah dalam sekejab mata dan  terangkat ke Surga.

No comments:

Post a Comment

Terima kasih telah menulis komentar yang positif.