Thursday, 30 July 2015

Rahasia dalam Mengikut Yesus


Sekitar kurang dari dua ratus tahun lalu, terjadi sebuah kebangunan rohani besar yang melanda kota Wales. Sehingga dengan hati yang berapi-api, orang-orang percaya ini pergi menjadi pembawa Injil Kristus ke seluruh penjuru dunia. Banyak yang datang ke India, sebuah tanah yang dikuasai oleh berbagai suku, penyembahan berhala, dan banyak dewa-dewa.

Pemimpin penduduk lokal menjadi sangat marah kepada orang yang telah berani memeluk agama baru yang dibawa masuk oleh orang asing berkulit putih. Tetapi semakin dilarang mereka semakin giat mengabarkan Injil, sehingga banyak orang yang bertobat. Suatu hari seluruh penduduk desa diundang untuk menghadiri pertemuan warga. Di hadapan semua orang, seorang ayah dan seluruh keluarganya diperintahkan untuk menyangkali iman mereka. Tetapi mereka berkata: “Saya sudah memutuskan untuk mengikut Yesus. Tidak akan berpaling, tidak akan berpaling (I have decided to follow Jesus. Not turning back, not turning back).” Dan “Salib di depanku, dunia di belakangku. Tidak akan berpaling, tidak akan berpaling (The cross before me, the world behind me. No turning back, no turning back).”

Hal apakah yang membuat Yesus Kristus ini layak untuk kita mati bagi-Nya? Dengan tertegun, pemimpin itu jatuh tersungkur ke tanah. Dia telah melihat begitu banyak kematian di hidupnya, namun tidak pernah yang sedemikian rupa. Hanya ada satu pilihan. Dia, dan seluruh desa juga mengikut Yesus.

Ketika berbicara mengenai hal mengikut Yesus, kita dapat begitu tergoda untuk membuat segala sesuatunya menjadi rumit, Dimana ketika semua diawali dengan Kristus, maka semunya menjadi cukup.

Rumusannya sebagai berikut:
Kristus+gereja=cukup
Kristus+teman=cukup
Kristus+pelayanan=cukup

Kebenaran yang mengubahkan kehidupan, Kristus saja cukup. Orang terkadang membicarakan rahasia sukses kehidupan, tetapi sesungguhnya bukan rahasia sama sekali.

Misionaris dari Wales berkulit putih, yang menyebarkan Injil ke India yang dipaksa menyerahkan nyawanya, telah menemukan bahwa saat kita bergantung kepada Kristus dan Kristus saja, kehidupan ini semuanya menjadi masuk akal. Kristus saja cukup. Jika kita hidup hari ini dan besok dengan tiga kata tersebut terbakar dalam hati, bagaimana mungkin dunia tidak akan dapat diubahkan?

No comments:

Post a Comment

Terima kasih telah menulis komentar yang positif.