Sunday, 12 July 2015

Renungan Minggu Ini


Senin, 13 Juli 2015

Tidak Ikut-Ikutan Munafik (Lukas 12:1-12)

Jangan tertular kemunafikan orang Farisi, yang mementingkan penampilan dan prestise semata, hanya karena takut di kucilkan, atau bahkan mendapat aniaya. Ingat, bila kita terseret kepada kemunafikan, bukan hanya diri kita yang memercayai kita murid-murid Tuhan pun akan ikut tersandung.

Selasa, 14 Juli 2015

Pelajaran dari Ibu (Amsal 13)


Sang Ibu memberikan nasihat agar Lemuel berbicara demi orang miskin dan tidak berdaya. Bagi seorang pemimpin, tidak cukup bila hanya menjauhkan diri dari kejahatan. Seorang pemimpin harus berusaha menolong orang yang tertindas dan yang miskin serta membela secara adil. Siapa pun Anda, jauhkanlah diri Anda dari bahaya seks dan minuman keras.

Rabu, 15 Juli 2015 

Kurang Apa Lagi? (Mazmur 64-65)

Bila kita membandingkan diri kita dengan keadaan di sekeliling kita. Kita dapat menjadi sombong dan lupa diri atau sebaliknya mengeluh, dan megasihani diri. Namun, saat kita mengingat segala kebaikan-Nya, hidup kita menjadi puas dan hati kita terus melimpah dengan ucapan syukur, karena sesungguhnya tiada hari dalam tahun-tahun hidup kita yang luput dari kebaikan-Nya.

Kamis, 16 Juli 2015

Teguran Kristus (Lukas 11:37-54)

Tuhan tidak senang dengan kepura-puraan dan kemunafikan. Ia ingin kita juga seimbang terhadap kehendak Tuhan serta berlaku wajar dan sederhana dan tidak sombong. Tuhan menginginkan kita menjadi manusia rohani yang berkenan kepada Allah Bapa, dan juga mengasihi sesama dengan murni.

Jumat, 17 Juli 2015

Komitmen dan Cinta dalam Pernikahan (Kidung Agung 8:5-13)

Cinta semua pasangan pasti berbenturan dengan berbagai rintangan. Kala cinta memudar, perasaan tidak berdaya membuat tidak berusaha lagi untuk mempertahankan pernikahan itu. Oleh sebab itu diperlukan komitmen dalam pernikahan untuk bersama-sama melakukan janji nikah yang suci.

Sabtu, 18 Juli 2015

Keadilan Tuhan (Mazmur 7)

Mestinya masih membekas dalam ingatan kita, bagaimana kepala negara kita sebelum dilantik, dihujat dan difitnah. Namun pada akhirnya segala hujatan itu tidak terbukti. Jadi, jangan pernah undur dalam kebaikan yang kita lakukan. Mintalah kekuatan dari Tuhan saat kita dihujat. Buktikan dengan hidup dan karya, bahwa kita adalah anak-anak terang!




No comments:

Post a Comment

Terima kasih telah menulis komentar yang positif.