Wednesday, 29 July 2015

Tahun SHMITA=Double Shabbat

Ditulis oleh: Ps. Brigitta Parangkuan

Penanggalan Ibrani saat ini memasuki tahun baru, di Indonesia sendiri perubahan tahun Ibrani di mulai sejak 24 September 2014 yang lalu. Sekarang ini, kita telah memasuki tahun Ibrani 5775 (tahun Ayin Hey). Di Ibrani, tahun ini juga dikenal dengan nama Shmita yang secara sederhana dipahami sebagai tahun Double Shabbat. Secara keseluruhan angka 5775 memiliki pemahaman tentang adanya terobosan bagi masing-masing pribadi (personal revival).

Tuhan yang berurusan secara lebih personal bagi setiap kehidupan kita unutk akhirnya membuat banyak terobosan. Mengapa disebut Ayin Hey? Orang Ibrani mulai memberi arti atau makna di tahun-tahun mereka, berdasarkan dari dua angka terkhir yang ada di tahun itu. Jika tahun tersebut angkanya 5775 (dieja; lima ribu lima ratus tujuh puluh lima), maka angka 70 dan 5 yang akan dicari arti dan maknanya. Angka 70 di Ibrani disebut Ayin dan angka 5 disebut Hey. Itu sebabnya tahun 5775 Ibrani yang dimulai sejak bulan September 2014 yang lalu disebut tahun Ayin Hey.
Dimulai dari makna yang tersimpan dalam angka 70 atau yang disebut sebagai Ayin.
Ayin memiliki makna mata. Dalam Mazmur 32:8 disebutkan bahwa “Aku hendak mengajar dan menunjukkan kepadamu jalan yang harus kau tempuh; Aku hendak memberi nasihat, mata-Ku tertuju kepadamu.”

Tuhan ingin kita mengerti bahwa mata-Nya selalu tertuju kepada kita, kepada hidup kita, kepada setiap apa yang kita kerjakan. Selama ini mungkin kita pernah membaca firman ini, namun pesan dan maknanya semakin kuta di tahun Ayin Hei ini. Membuat kita kembali ingat bahwa mata Tuhan memang selalu memandang ke arah kita. Tidak hanya dari sisi Tuhan saja, pemahaman kata Ayin yang adalah mata juga kita pahami dari sisi kita. Seperti disinggung sebelumnya bahwa angka tahun ini secara keseluruhan dipahami sebagai tahun Personal Revival. Sehingga benar jika akhirnya kita juga perlu memahami arti mata (Ayin) dari sisi kita sebagai manusia.

Hey memiliki makna anugerah, dimana bukan lagi hukum tabur tuai melainkan anugerah. Ini dapat kita pahami bahwa kita diberkati itu bukan karena usaha kita tetapi Tuhan Yesus berkenan memberkati kita. Meskipun tahun anugerah dimana yang Tuhan inginkan bukan kita menabur dan akhirnya menuai, melainkan Dia ingin kita semakin mengenal-Nya dalam masa Shabbat ini.

Seperti yang tertulis di Ibrani 4:7-11, “Sebab itu Ia menetapkan pula suatu hari, yaitu “hari ini”, ketika Ia setelah sekian lama berfirman dengan perantara Daud seperti dikatakan di atas: “Pada hari ini, jika kamu mendengar suara-Nya, janganlah keraskan hatimu!” Sebab, andaikata Yosua telah membawa mereka masuk ke tempat perhentian, pasti Allah tidak akan berkata-kata kemudian tentang suatu hari lain. Jadi masih tersedia suatu hari perhentian, hari ke tujuh, bagi umat Allah. Sebab barangsiapa telah masuk ke tempat perhentian-Nya, ia sendiri telah berhenti dari segala pekerjaannya, sama seperti Allah berhenti dari pekerjaan-Nya.


Karena itu baiklah kita berusaha untuk masuk ke dalam perhentian itu, supaya jangan seorang pun jatuh karena mengikuti contoh ketidaktaatan itu juga.” Dalam ayat yang ke 11 disebutkan untuk kita untuk berusaha masuk ke dalam perhentian itu, maka itu berarti di tahun penuh anugerah ini, kita harus mengupayakan untuk bergaul intim lebih dari sebelumnya dengan Tuhan. Dan Tuhan yang nantinya akan memberikan kepada kita tuntunan, nasihat, strategi. Kita mengalir bersama Roh Kudus yang adalah Roh Tuhan itu sendiri di dalam diri kita.

No comments:

Post a Comment

Terima kasih telah menulis komentar yang positif.