Sunday, 2 August 2015

Renungan Minggu Ini


Senin, 03 Agustus 2015

Tuhan Sanggup Memulihkan I (Mazmur 126:1-6)

Saat ini dunia dipenuhi dengan goncangan-goncangan. Akibatnya banyak orang menjadi frustasi, kecewa dan putus asa. Tapi kita sebagai umat pilihan-Nya tidak perlu takut dan cemas karena "...kita menerima kerajaan yang tidak tergoncangkan" (Ibrani 12:28). Di masa-masa yang sulit ini kita harus makin mendekat dan melekat kepada Tuhan, sebab seberat dan seburuk apa pun keadaan kita Tuhan sanggup memulihkan.

Selasa, 04 Agustus 2015

Tuhan Sanggup Memulihkan II (Yeremia 29:10-14)

Tuhan Yesus adalah jawaban bagi persoalan hidup kita. Tidak ada pribadi lain yang dapat memberikan jalan keluar terbaik selain Dia. Karena itu tanggalkan segala hal yang tidak berkenan, maka Dia tidak akan menyembunyikan wajah-Nya terhadap kita. Percayalah bahwa janji pemulihan bagi kita akan digenapi oleh Tuhan.

Rabu, 05 Agustus 2015 

Bersedia Dikoreksi (Mazmur 26:1-12)

Sebagai manusia, Daud sadar bahwa dia bukanlah orang yang sempurna, bahkan seringkali ia melakukan pelanggaran di hadapan Tuhan. Meski demikian ia selalu berjiwa besar untuk menerima teguran dan koreksi. Ketika telah berbuat dosa, ia dengan jujur mengakuinya. Dengan hati hancur ia datang kepada Tuhan, meminta pengampunan dari Tuhan dan segera bertobat. Bagaimana dengan kita? Adakalanya Tuhan memakai orang lain untuk menegur dan mengoreksi kita.

Kamis, 06 Agustus 2015

Kepenuhan di Dalam Kristus (Kolose 2:6-15)

Sebagai orang Kristen, kita tidak hanya cukup percaya dan menerima Yesus sebagai Juruselamat saja, namun harus makin bertumbuh di dalam-Nya. Kita harus berupaya untuk mengenal Dia lebih dalam lagi. Untuk bisa seperti itu kita harus berakar di dalam Tuhan dan dibangun di atas Dia. Tuhan menghendaki kita terus bertumbuh secara sempurna di dalam Dia (Efesus 4:13) 

Jumat, 07 Agustus 2015

Mengasihi Orang Lain I (Roma 12:9-21)

Tanda dari seseorang yang telah lahir baru adalah memiliki kasih. Mengasihi orang lain atau sesama kita adalah kehendak Tuhan. Oleh karena itu, kita tidak boleh mengabaikan hal ini, sebab mengasihi orang lain juga merupakan balasan kasih yang telah diberikan Tuhan kepada kita. Kasih itu juga bersifat aktif, artinya mendahului, bukan menunggu atau membalas. Mengasihi sesama berarti mengasihi orang lain tanpa melihat latar belakan mereka (ras, suku, bangsa, status sosial).

Sabtu, 08 Agustus 2015

Mengasihi Orang Lain II ( Markus 12:28-34)

Bukti bahwa kita mengasihi Tuhan adalah mengasihi sesama kita. Semakin besar kita mengasihi Tuhan semakin besar pula kasih yang akan kita salurkan kepada sesama kita dan sebaliknya. Mengasihi selalu berbuahkan perbuatan-perbuatan baik; mengasihi berarti membalas kejahatan dengan kebaikan, mampu berbuat bai kepada orang yang menyakiti kita; mengasihi berarti memberi, bukan hanya menerima.

No comments:

Post a Comment

Terima kasih telah menulis komentar yang positif.