Friday, 30 October 2015

Panduan FResH Rabu, 28 Oktober 2015


Panduan Bahan FResH
Rabu, 28 Oktober 2015 
GBI Miracle Service Yogyakarta



1. Mulai dengan PPW
Lagu Theme song FResH

2. Ice breaker

3. Tujuan dan sasaran
Tujuan : Mengajarkan kepada kita agar mengerti bahwa kita Harus hidup sungguh-sungguh seiap hari dengan Tuhan
Sasaran : Mendorong Anggota FResH untuk hidup sungguh-sungguh dengan mengenal Tuhan, mengalami kuasa dan penderitaan, menjadi serupa dengan Tuhan.

4. Menyampaikan bahan
Akhiri penyampaian bahan dengan saling mendoakan satu dengan yang lain

5. Tugas mingguan gembala
1. Bawa dalam doa nama-nama anggota FResHAnda agar mengalami pertumbuhan rohani dan memiliki karakter yang senantiasa diasah menjadi seperti Kristus.
2. Doakan jugaa nggota FResH anda yang dalam pergumulan, dll.
3. Pastikan pertumbuhan rohani mereka dan mereka benar-benar melakukan Firman Tuhan dalam hidup mereka melalui kehidupan FResH dan mentoring yang kuat.
4. Adakan kunjungan untuk anggota anda yang tidak dating FResH minggu kemarin karena sakit, dengan alas an atau tanpa alasan.
5. Memotivasi dan mendorong dan menjadi teladan kepada anggota FResH untuk mencari jiwa buat Tuhan.
-------------------------------------------------------------------------------------
HIDUP SUNGGUH-SUNGGUH SETIAP HARI DENGAN TUHAN [2]
“Sebab lebih baik satu hari di pelataranMu daripada seribu hari di tempat lain; lebih baik berdiri di ambang pintu rumah Allahku dari pada diam di kemah-kemah orang fasik.”
(Mzm 84:10)
Nats : Mzm 27:1-14
Bahan Sharing :
1. Apakah yang dimaksud dengan “rumah Tuhan” bagi Daud dan juga bagi kita?
1. Apa yang kita rasakan ketika “ tinggal di rumah Tuhan”?
2. Daud merasa aman ketika ia “ tinggal di rumah Tuhan”, apakah kita sudah seperti Daud?
3. Jika iya, kenapa? Jika belum, kenapa?
Mazmur yang ditulis Daud menyatakan bahwa lebih baik satu hari di pelataranMu daripada seribu hari di tempat yang lain (sambil dinyanyikan). Daud merasa adem, ayem, tentrem saat ia berada di rumah Tuhan. Karena bagi Daud hanya Tuhanlah yang mengerti pergumulan hidupnya. Maka dari itu Daud memilih untuk:

1. Diam (ay4)
Daud meminta kepada Tuhan yaitu diam di rumah Tuhan seumur hidupnya (ay 4). Apakah Daud hanya diam saja? Tidak. Daud diam menyaksikan kemurahan dan menikmati baitNya. Saat Daud di rumah Tuhan, Daud tidak berkomentar apapun, dia mempersilahkan Tuhan yang berbicara kepadaNya. Saat kita datang kepadaNya, kecenderungan mana yang sering kita lakukan? Apakah kita datang dengan membawa segudang masalah kita dan menceritakan bahwa kita baru saja mengalami ini dan itu? Atau kita memberi kesempatan Tuhan berkarya dalam hidup kita?
2. Mencari wajahNya (ay 8)
Daud mengikuti firman Tuhan yaitu carilah wajahKu maka wajahMu kucari ya Tuhan.
Daud tidak hanya diam dan memberi kesempatan pada Tuhan bekerja, ia pun juga merebut perhatian kepada Tuhan. Ayat 8 digambarkan seperti sepasang kekasih. Ketika sang pria ingin mendekati sang wanita maka sang pria akan berusaha menarik perhatian wanita itu agar wanita tersebut membalas cintanya. Begitu juga dengan kita. Saat kita datang pada Tuhan bukan hanya datang, duduk, diam saja tapi berusaha menarik perhatian Allah melalui pujian dan penyembahan yang kita naikkan.
Sering kita datang pada Tuhan hanya menjadikan Tuhan seperti mesin ATM, yang sekali gesek keluar uangnya. Yang sekali berdoa dijawab doanya. Yang diinginkanNya ialah kita menjadi partnernya, ada relasi. Maka tidak heran apabila doa-doa kita belum dikabulkan karena kita hanya menjadikan Dia sebagai kebutuhan bukan partner.
Jadi Daud merasa aman bukan karena dirinya hebat tetapi karena ia menjadikan Tuhan sebagai partner hidupnya. Sudahkan kita diam (memberikan kesempatan berbicara) dan mencari wajahNya (merebut perhatianNya). Karena Daud menjadikan Tuhan sebagai partnernya itulah yang membuat Daud semakin mencintai Tuhan.

No comments:

Post a Comment

Terima kasih telah menulis komentar yang positif.