Wednesday, 4 November 2015

Tuhan Yesus yang Setia

Ditulis oleh: Pdt. Dr. Timotius Hardono


Rut 1:1Pada zaman para hakim memerintah ada kelaparan di tanah Israel. Lalu pergilah seorang dari Betlehem-Yehuda beserta isterinya dan kedua anaknya laki-laki ke daerah Moab untuk menetap di sana sebagai orang asing.


Di zaman yang seperti ini kita diminta untuk menjadi seorang yang bijaksana dalam mengambil keputusan. Keluarga Naomi adalah contoh keluarga yang salah ambil keputusan. Mereka meninggalkan Betlehem, kota roti. Arti rohaninya adalah Rumah Tuhan. Meninggalkan Betlehem yang kelihatannya kelaparan, menuju ke Moab, bangsa kafir. Dan Alkitab mencatat Naomi kehilangan suami dan kedua anak laki-lakinya. Tapi ada berita gembira buat kita, Tuhan adalah Allah yang setia. Banyak sahabat yang tidak setia, teman yang tidak setia, saudara kandung yang tidak setia, pendeta yang tidak setia, juga jemaat yang tidak setia. Tapi Tuhan Yesus setia.
Markus 4:35Pada hari itu, waktu hari sudah petang, Yesus berkata kepada mereka: "Marilah kita bertolak ke seberang." Hidup ini bagaikan menaiki sebuah bahtera. Kepada orang yang baru menikah, diucapkan selamat menempuh bahtera kehidupan. Hidup ini bagaikan di atas bahtera yang mengarungi lautan, dan di lautan tidak mungkin tidak ada gelombang. Tapi dengar, Tuhan berjanji kita sampai kepada pelabuhan perjanjian Tuhan. Naomi sempat mengalami gelombang kehidupan. Elimelekh, suaminya, salah ambil keputusan: meninggalkan Betlehem, meninggalkan tanah perjanjian, meninggalkan rumah roti, meninggalkan Hadirat Tuhan, meninggalkan ibadah, meninggalkan pelayanan. Mereka menuju Negeri Moab, semaunya sendiri, kelihatan lebih makmur.
Sewaktu Yesus naik perahu bersama murid-murid-Nya, ada gelombang datang menerjang. Mari kita lihat apa yang dilakukan murid-murid, seperti yang dilakukan oleh Naomi juga. Markus 4:36-37Mereka meninggalkan orang banyak itu lalu bertolak dan membawa Yesus beserta dengan mereka dalam perahu di mana Yesus telah duduk dan perahu-perahu lain juga menyertai Dia. Lalu mengamuklah taufan yang sangat dahsyat dan ombak menyembur masuk  
                                                                                                   
Apa yang tidak boleh kita lakukan?

1.Meninggalkan Tuhan dan persekutuan dengan orang-orang yang percaya kepada Tuhan (Ibrani 10:24-25)
Waktu Anda menghadapi krisis, masalah, jangan tinggalkan persekutuan dengan Tuhan dan saudara seiman.
                          
2. Kuatir, takut, lalu putus pengharapan (Markus 4:39)
Berani tidak Anda bilang pada sakit-penyakit, "Diam! Tenanglah!" Kenapa kau putus asa, putus harap? Tuhan Yesus adalah Tuhan yang setia. Menarik sekali Firman Tuhan mengatakan bahwa Lalu angin itu reda dan danau itu menjadi teduh sekali.

Akhirnya Naomi hanya hidup dengan dua menantunya, Rut dan Orpa. Singkatnya, Naomi hendak kembali ke Betlehem, meninggalkan Rut dan Orpa. Orpa kembali ke Moab, sementara Rut mengatakan, tidak, ibuku, Tuhanmulah Tuhanku, bangsamulah bangsaku, aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau. Rut itu mengerti Tuhan Yesus yang setia.

Jadi, yang harus kita lakukan adalah:

1. Harus percaya (Markus 4:40)
Jangan takut, gentar, lalu putus asa. Yesus berkata: jangan takut, mengapa kamu tidak percaya? Karena Orpa tidak percaya, dia tetap di Moab dan nasibnya tidak pernah berubah. Sedang Rut ikut kembali dengan Naomi ke tanah Isreal.

2. Harus mengenal dan bersekutu dengan Tuhan Yesus (Markus 4:41)
Rut mengikuti Naomi. Lalu Naomi mengatakan kepada Rut, kamu bukan hanya percaya kepada Tuhanku, tapi kau harus mengenal siapa Tuhanku, dan bersekutu dengan Tuhanku, bahwa Tuhanku sanggup mengubah nasibmu. Apa yang terjadi kemudian? Rut meminta izin mertuanya untuk pergi ke ladang untuk memungut jelai-jelai yang jatuh. Bulir-bulir itu milik big boss Boas. Boas belum menikah. Boas bertanya kepada pegawai-pegawainya, itu siapa? Pegawainya menjawab, itu perempuan Moab, bekas menantu Naomi. Boas berkata kepada pegawai-pegawainya, kalau kamu panen, sengaja jatuhkan yang banyak. Sehingga Rut membawa hasil begitu banyak. Alkitab mencatat akhirnya Boas menikahi Rut dan lahirlah kakek dari Daud, Obed (Rut 4:17).


Rut orang kafir, melahirkan kakek dari Daud. Matius 1:5Salmon memperanakkan Boas dari Rahab, Boas memperanakkan Obed dari Rut, Obed memperanakkan Isai. Kenapa nama Rut tertulis? Karena dia percaya, mengenal Tuhan, bersekutu dengan Tuhan. Tuhan Yesus yang setia itu tidak pernah meninggalkan kita.

No comments:

Post a Comment

Terima kasih telah menulis komentar yang positif.