Tuesday, 1 December 2015

Panduan FResH Rabu, 25 November 2015

Panduan Bahan FResH
Rabu, 25 November 2015 
GBI Miracle Service Yogyakarta



1. Mulai dengan PPW
Lagu Theme song FResH

2. Ice breaker

3. Tujuan dan sasaran
Tujuan : Mengajarkan kepada kita agar mengerti bahwa kita Harus hidup sungguh-sungguh seiap hari dengan Tuhan
Sasaran : Mendorong Anggota FResH untuk hidup sungguh-sungguh dengan mengenal Tuhan, mengalami kuasa dan penderitaan, menjadi serupa dengan Tuhan.

4. Menyampaikan bahan
Akhiri penyampaian bahan dengan saling mendoakan satu dengan yang lain

5. Tugas mingguan gembala
1. Bawa dalam doa nama-nama anggota FResH Anda agar mengalami pertumbuhan rohani dan memiliki karakter yang senantiasa diasah menjadi seperti Kristus.
2. Doakan jugaa nggota FResH anda yang dalam pergumulan, dll.
3. Pastikan pertumbuhan rohani mereka dan mereka benar-benar melakukan Firman Tuhan dalam hidup mereka melalui kehidupan FResH dan mentoring yang kuat.
4. Adakan kunjungan untuk anggota anda yang tidak dating FResH minggu kemarin karena sakit, dengan alas an atau tanpa alasan.
5. Memotivasi dan mendorong dan menjadi teladan kepada anggota FResH untuk mencari jiwa buat Tuhan.
-----------------------------------------------------------------------------------

BERTUMBUH DEWASA | 2
Nats : Efesus 4:17
Bahan Sharing :
1. Apakah definisi dewasa rohani menurut Anda?
2. Bagaimana kita dapat bertumbuh dewasa di dalam Tuhan?

Berbicara tentang dewasa rohani berbeda dengan dewasa yang ditawarkan oleh dunia. Takaran yang dipakai dunia untuk menjadi dewasa tidak sama dengan yang dipakai Tuhan. Paulus menunjukan perbedaan kedewasaan rohani “Sebab itu kukatakan dan kutegaskan ini kepadamu di dalam Tuhan: Jangan hidup lagi sama seperti orang-orang yang tidak mengenal Allah dengan pikirannya yang sia-sia…” 
“Tetapi kamu bukan demikian. Kamu telah belajar mengenal Kristus. Karena kamu telah mendengar tentang Dia dan menerima pengajaran di dalam Dia menurut kebenaran yang nyata dalam Yesus…” (ay 20-21). Paulus sangat mengenal jemaat Efesus, ia tahu bahwa jemaatnya itu sudah lama mengikut Tuhan tetapi masih belum berubah.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan untuk menjadi dewasa Rohani:

1) Meninggalkan Manusia Lama 

Kita sudah lahir baru secara roh namun secara fisik tidak berubah. Rambut kita tetap sama warnanya hitam sebelum dan sesudah terima Yesus. Roh kita menjadi baru karena dulunya hubungan kita terputus sekarang sudah kembali. Tetapi kebiasaan-kebiasaan dan karakter kita tidak akan berubah tanpa adanya keputusan untuk meninggalkannya. 
Dengan kata lain “meninggalkan” disini menuntut keputusan untuk berpindah dari tempat A ke tempat B. Namun realitanya masih ada manusia yang memiliki kebiasaan lama/ karakter lama. Untuk meninggalkan diperlukan menanggalkan zona nyaman dan bayar harga yang mahal (Mat 11:29). Apa saja yang perlu kita tanggalkan? (ay 25-31)

2) Mengenakan Manusia Baru

Ternyata Paulus tidak mengatakan bahwa setelah kita meningglkan manusia lama maka secara otomatis kita mengenakan manusia baru. Misalnya, dulunya kita pemarah kemudian kita kita berdoa Tuhan hari ini saya tidak akan marah, kemudian datanglah ujian apakah kita tetap marah atau tidak, disitulah kita memutuskan kita masih memakai manusia lama atau manusia baru? Kalau manusia baru jelas tidak akan marah. Itu artinya dibutuhkan suatu usaha. Usaha ini yang sering disebut dengan proses. Saat kita diproses daging kita tidak terbiasa dengan hal baru. Sama seperti anak pemulung ketika dia diadopsi menjadi anak raja, dia tidak terbiasa makan dengan garpu dan sendok, dia terbiasa makan dengan tangan. Begitu juga dengan kita saat kita tidak terbiasa ada fase kita berontak/ mengeluh/ membantah/melawan namun semuanya itu menuju kebaikan. Ketika kita melihat, oh dulu hidupku buruk sekarang sudah lebih baik maka disitulah yang namanya perubahan. Dan bagi Paulus perubahan itu yang baik itu disebut dengan kedewasaan rohani.

Jadi...
Pertama, tidak ada yang dapat mengatakan “oh orang itu belum dewasa (berarti kitanya yang belum dewasa)”. Karena kita semua sedang menuju pada kedewaasaan itu. Ada satu dosen ternama yang mengatakan, “banyak yang bilang kepada saya ibu dewasa sekali ya, jawabnya, oh saya sedang bertumbuh juga.” Maksud beliau bukan karena tua/senior dia disebut dewasa namun proses yang dapat dilewati itu yang membuat kita dewasa (senada dengan pemikiran Paulus). 
Kedua, tujuan kita mengenakan manusia baru agar kita diperbaharui. Maka bukan diperbaharui kita langsung dewasa. Melainkan usaha/ bayar harga untuk proses yang akhirnya kita diperbaharui (ay 23). Artinya kita tidak dapat berubah jika kita tidak mau berubah. Maukah kita dewasa?

No comments:

Post a Comment

Terima kasih telah menulis komentar yang positif.