Tuesday, 1 December 2015

“You said you know Jesus. But wait… Does Jesus know you?”

Kesaksian dari Ayu Pramiyastuti-Yogyakarta|


  Terlalu sarkastik, ya? Namun terkadang kalimat ini memang ada benarnya juga. Termasuk pada saya. Kalimat ini tiba-tiba saja muncul dalam pikiran saya setelah membaca artikel yang dibagikan oleh salah satu gembala saya di FResH dalam chat grup di line. Teman-teman juga bisa membacanya di:


            Kesan awal dan kesan akhir saya dalam membaca artikel ini sungguh berbeda. Kalimat dan paragraf awal membuat saya sedikit bosan karena kebanyakan hampir sama dengan kesaksian yang lain, kecelakaan. Namun setelah sampai di pertengahan paragraf, saya mulai disadarkan dan sedikit ‘disindir’ Tuhan dengan kalimat-kalimat yang terpampang disana.

            Saya tersadar dengan kalimat “HANYA mereka yang taat dan murni hatinya yang akan masuk dalam kerajaan-Ku”. Disitu saya mulai melihat kembali kehidupan pelayanan dan kehidupan saya di hari-hari lampau. Sebelumnya, mama pun juga sudah mengingatkan kepada saya “luruskanlah niat dan hatimu, jangan ada kebohongan melekat dalam dirimu.” Itu inti yang mama berikan. Jika sudah lebih dari satu kali, itu bukan merupakan sebuah teguran manusia, bukan? Itu sudah menjadi teguran yang nyata dan langsung dari Tuhan. Ternyata Tuhan masih peduli dengan saya. Saya bersyukur karena itu. Lanjut scrolling dan membaca, saya melihat kalimat ini
adalah penting bagi kita orang percaya untuk rendah hati dan selalu membuka diri bagi Tuhan agar Ia mengintropeksi kehidupan kita dan membongkar dosa atau ketidaksetiaan kita kepada Tuhan. Jangan ambil resiko menyimpan dosa, Ia datang segera!
dan kalimat mengerikan selanjutnya adalah …

Atau kita sama sekali tidak memiliki waktu lagi.

Tanpa berpikir panjang, saya langsung berdoa, bertobat, dan meminta ampun kepada Tuhan karena selama ini hidup saya tidak berkenan dihadapanNya.

            Oh, ya. Saya juga diingatkan lagi dalam sebuah tulisan yang terpampang dalam kantor papa. Begini tulisannya:
To Whom It May Concern
you call Me the Way,
but you don’t follow Me.
you call Me the Light,
but you don’t see Me.
you call Me the Teacher,
but you don’t listen to Me.
you call Me the Lord,
but you don’t serve Me.
you call Me the Truth,
but you don’t believe in Me.

Don’t be surprised if one day,
I don’t know you.
                                                            ”

            Kita semua memang mengenal tentang Yesus, percaya bahwa Ia menyertai kita, percaya Dia adalah Allah Tritunggal. Namun, apakah Yesus mengenal masing-masing pribadi kita? Jika kita tidak melakukan yang dikehendaki-Nya, tidak melekat di kaki-Nya, mendengar dekat jantung-Nya dengan menyediakan waktu untuk memuji dan menyembah keagunganNya, bagaimana mungkin Tuhan dapat mengenal kita? Contohnya, jika tidak mengenal akrab dan tidak pernah berkomunikasi dengan sahabat kita, saat kita membutuhkan dan mencarinya, apakah ia mengenal kita?

            Salah satu lagi dari banyaknya kalimat yang saya catat di catatan pribadi saya yang terdapat dalam artikel yang saya baca,
“ engkau harus mati dahulu. Mati dari kedagingan dan dosa agar Roh Tuhan bisa memenuhimu. Jika tubuhmu dialiri Roh-Ku, maka aliran-aliran air hidup bisa mengalir sampai meluap-luap kemudian bisa memberkati orang lain, dan menghasilkan buah.
Tinggallah dalam firmanKu, tinggallah di dalam Aku maka Aku akan tinggal di dalam kamu melalui Roh-Ku.”

            Jadi, inti dari semua ini. Jika kita ingin dikenal oleh Tuhan Yesus, perbanyaklah mengucap syukur, menyembah dan memuji tentang segala yang Ia berikan dalam hidup kita. Entah itu baik atau buruk. Bunuhlah keinginan untuk bersungut-sungut. Memang susah, namun jika kita punya kerinduan untuk melakukannya, pasti akan timbul damai sejahtera saat melakukan hal itu. Selamat menjalani kehidupan yang lebih intim lagi dengan Tuhan Yesus, teman-teman. Tuhan Yesus sayang kalian semua J

No comments:

Post a Comment

Terima kasih telah menulis komentar yang positif.