Saturday, 6 February 2016

My Shepherd (Gembalaku)

Ditulis oleh: Pdm. Maria Ong. S.Th


Mazmur Daud. TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku. Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang; Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya. Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku. Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku penuh melimpah. Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa.( MAZMUR 23)

Mazmur 23 ditulis oleh Raja Daud pada masa tuanya, berdasar pada pengalaman hidupnya yang nyata. Bagaimana pertolongan Tuhan dalam hidupnya disaat genting, membimbingnya disaat sulit, mengajarnya disaat salah. Bukan hanya Daud yang menyebut Tuhan sebagai gembalanya, Tuhan Yesus sendiri menyatakan diri-Nya sebagai gembala yang baik buat manusia (Yohanes 10:11 dan 14).

Arti Tuhan adalah Gembala yang Baik:

1. Bertanggungjawab penuh kepada domba-domba-Nya

Tuhan adalah gembala yang baik bagi kita, yang bertanggung jawab penuh atas hidup kita. Tuhan bertanggungjawab memberikan yang kita perlukan (ayat 1-2). Matius 6:26-32 mengatakan untuk kita tidak perlu kuatir dan takut akan apa yang kita makan dan pakai sebab Tuhan pasti akan memelihara hidup kita. Kalau burung diudara dan bunga bakung dilembah didandani maka terlebih kita manusia. Artinya jika Tuhan begitu bertanggungjawab kepada burung dan bunga apalagi kepada kita manusia. Tuhan bertanggungjawab menuntun dan mengajar kita (ayat 3-4). Menjadi anak Tuhan bukan berarti tanpa tantangan. Tetapi janji Tuhan kita akan melewati  tantangan itu sebab Dia adalah gembala kita yang akan selalu menuntun kita dan menolong kita. Kadang Dia mengajar kita agar kita tidak binasa.  Tuhan bertanggungjawab membela dan melindungi  kita (ayat 5-6). Tidak perlu takut kepada keadaan dunia, sebab apapun keadaan dunia ini jika Tuhan gembala menyertai kita, kita pasti ada dalam perlindungan-Nya yang ajaib. Yesaya 43:2 “Apabila engkau menyeberang melalui air, Aku akan menyertai engkau, atau melalui sungai-sungai, engkau tidak akan dihanyutkan; apabila engkau berjalan melalui api, engkau tidak akan dihanguskan, dan nyala api tidak akan membakar engkau.”

2. Memberikan nyawa-Nya bagi domba-domba-Nya (Yohanes 10:11)

Nyawa adalah hal yang paling berharga dalam hidup kita. Tuhan gembala yang baik itu memberikan nyawa-Nya (memberikan yang paling berharga) kepada kita domba-domba-Nya. Kalau nyawa Tuhan berikan kepada kita apa yang tidak akan Dia berikan kepada kita.

3. Mengenal domba-domba-Nya (Yohanes 10:14)

Tuhan mengenal kita, bahkan Ia menyebut nama kita. Nama menunjukkan pribadi manusia. Tuhan tahu dan mengenal kita secara pribadi. Apa pergumulan kita, kerinduan kita, masalah kita dan apa yang kita harapkan Tuhan sangat tahu. “TUHAN itu baik; Ia adalah tempat pengungsian pada waktu kesusahan; Ia mengenal orang-orang yang berlindung kepada-Nya” ( Nahum 1:7 ).
                                                                                                                
Kalau Allah adalah gembala kita yang baik maka sudah pasti kita adalah domba-domba-Nya. Pertanyaannya : mengapa Tuhan memakai gambaran domba untuk mengambarkan hubungan Allah dan kita? Mengapa Tuhan tidak mengunakan binatang yang lebih keren dan hebat seperti burung rajawali, singa atau ikan hiu? Mari kita lihat fakta-fakta dan apa yang harus kita lakukan sebagai domba:

a. Domba selalu perlu gembala (Matius 26:31b)

Singa, rajawali, ikan hiu dan lain-lain memang binatang yang keren tetapi mereka tidak memerlukan gambala, berbeda dengan domba. Domba tidak akan dapat bertahan hidup dengan baik kecuali ia memiliki gembala. Menyadari hal ini maka kita perlu memiliki sikap selalu memerlukan gembala (Matius 6:33), sebab tanpa gembala kita tidak bisa berbuat apa-apa. Hari-hari dunia mengajarkan kita untuk percaya kepada diri sendiri, dll. Kita boleh percaya kepada diri sendiri tetapi ada hal yang perlu kita sadari sehebat apapun dan sepandai apapun kita, kita domba yang memerlukan Tuhan sebagai gembala kita.

b. Domba mudah tersesat (Matius  18:12)

Domba adalah binatang yang mudah tersesat, dan kalau dia tersesat tidak bisa pulang sendiri. Banyak pengajaran indah didunia ini yang mengangumkan, ya bisa membuat kita tersesat dengan mudahnya. Oleh sebab itu agar kita tidak tersesat kita harus mendengar suara gembala kita (Yohanes 10:3-4). Terus merenungkan firman Tuhan, sebab firman Tuhanlah yang menuntun kita tetap ada dijalan yang ditunjukkan gembala kita.         

c. Tidak punya perlindungan diri dan bukan penyerang (Yohanes 10:2)
                                                                                                                                      

Domba tidak punya cakar, tanduk atau taring untuk melindungi dirinya atau bahkan untuk menyerang. Domba perlu gembala untuk melindungi mereka. Kita perlu tangan dan kuasa Tuhan untuk melindungi kita. Melihat fakta ini maka perlu bagi kita untuk mengikuti gembala kita  (Yohanes 10:27). Waktu kita mengikut gembala kita maka kita akan menemukan padang rumput. Diperlukan fokus untuk selalu melihat Tuhan dalam mengikut-Nya. Jangan lihat keadaan, masalah bahkan masa lalu, tetapi arahkan pandangan hanya kepada Gembala Agung kita yaitu Tuhan Yesus Kristus.

No comments:

Post a comment

Terima kasih telah menulis komentar yang positif.