Friday, 12 February 2016

Pesan TUHAN Memasuki Februari 2016


Memasuki bulan Februari 2016, TUHAN kuat berpesan bahwa waktu-waktu  ini adalah waktu-waktu persiapan.
Seperti halnya di kisah Elia ketika menjelang hujan akan turun setelah lama hujan tidak turun (1 Raja-raja 18 : 41 – 45). Saat itu Elia menyuruh Ahab untuk segera makan dan minum dan bersiap karena dinyatakan Elia bahwa hujan akan segera turun.
Penting artinya jika sesuatu hal besar akan terjadi, maka gereja (kita semua) perlu membuat persiapan yang baik dan tepat.
Apalagi kejadian besar (hujan turun) di kisah tersebut menunjukan juga bahwa hal-hal besar juga dapat terjadi dengan tiba-tiba dan sangat cepat, sangat disayangkan jika kita tidak membuat persiapan akan kejadian-kejadian di waktu ke depan yang akan segera terjadi.
Mari sama-sama jadi bijaksana mengisi waktu-waktu kita di bulan Februari ini.
Dua hal besar yang TUHAN sampaikan bahwa ke depan ini akan segera terjadi dan gereja (kita semua) harus melakukan persiapan :
1)      Kegoncangan – kegoncangan besar akan terjadi, termasuk akan banyak kegoncangan di bidang ekonomi.
Kegoncangan-kegoncangan ini tidak pernah dirancang TUHAN untuk menghancurkan anak-anakNYA namun sebaliknya akan melimpahi anak-anakNYA (Hagai 2 : 8 – 10) dan membuat perbedaan antara orang benar dan orang fasik (Maleakhi 3 : 18)
Dari awal masuk tahun 2016 ini, berkaitan dengan pesan ini, TUHAN sudah mengingatkan bahwa menjalani sepanjang tahun ini perlu kita menjadi orang-orang yang mengandalkan TUHAN (Yeremia 17 : 7-8). Orang yang mengandalkan TUHAN akan diberkati.
Mari sama-sama mengevaluasi diri kita masing-masing :
a)      Sudahkah hari demi hari kita melaluinya dengan membangun kebiasaan / budaya merendahkan diri ke TUHAN ( TAWG – Time Alone with GOD – waktu pribadi dengan TUHAN )?? Orang yang mengandalkan TUHAN PASTI datang kepada TUHAN tiap akan menjalani hari yang baru, karena dalam dirinya sedang dibangun kesadaran bahwa : “aku tidak dapat berjalan tanpa TUHAN, aku membutuhkan TUHAN selalu”
b)      Sudahkah menjalani waktu-waktu ini baik terhadap tanggungjawab dan permasalahan di pelayanan, studi, pekerjaan dan rumah tangga, kita meminta pimpinan Roh Kudus di atas semua “kebisaan dan kepandaian” kita dalam menyelesaikannya??
c)      Sudahkah kita membangun gaya hidup Doa, Pujian dan Penyembahan dalam tiap-tiap waktu untuk menjaga keintiman dengan TUHAN?? (Ranting butuh menempel pada pokoknya)
2)      Penuaian jiwa besar-besaran.
Menjelang kedatangan TUHAN yang kedua kali, penting banyak jiwa-jiwa diselamatkan agar tidak binasa dalam kekekalan. Tahun 2016 adalah Tahun Pembebasan Seutuhnya, dimana TUHAN akan banyak berperkara memulihkan dan membebaskan gereja-Nya (kita semua) dan jiwa-jiwa yang terbelenggu. (Yesaya 61 : 1-3)
Hal yang sangat serius TUHAN kehendaki di waktu-waktu persiapan ini adalah bahwa gereja (kita semua) harus sungguh-sungguh mempersiapkan wadah untuk penuaian raya yang segera akan terjadi.
a) Sudahkah pribadi kita makin peduli dengan jiwa-jiwa tentang kebutuhan keselamatan dan pemulihan mereka??
b) Sudahkah gereja (kita semua) mempersiapkan kuatnya kelompok-kelompok keluarga rohani (FRESH) untuk memenangkan, meggembalakan dan mengajar mereka dalam pertumbuhan rohani yang benar??
c) Sudahkah mempersiapkan dan melahirkan banyak pemimpin-pemimpin baru di kelompik-kelompok keluarga rohani (FRESH)??  karena semakin banyak jiwa dimenangkan maka HARUS diimbangi dengan kapasitas yang HARUS makin besar.
Jangan lupa juga membangun gaya hidup DOA lebih sungguh-sungguh di era penuaian jiwa besar-besaran, karena terobosan alam jasmani SELALU didahului dengan terobosan di alam rohani.
Selain hal-hal persiapan di atas, ada 3 hal berbahaya yang diingatkan TUHAN di bulan ini untuk kita HARUS mewaspadai karena tiga hal ini “sempat” membuat kerugian besar dalam perjalanan bangsa Israel menuju ke Kanaan dulu.
Tiga hal ini adalah :
(1)   Keras hati
Keras hati adalah lawannya lembut hati. Makna lembut hati ( “meek” ) adalah jika diarahkan oleh TUHAN, tidak membuat perlawanan). Berhati-hatilah dengan karakter kebalikan lembut hati ini.
Israel pernah dihabisi satu generasi oleh TUHAN karena didapati berkali-kali tegar tengkuk (keras hati) kepada TUHAN.
Coba rernungkan sungguh-sungguh ayat di Yeremia 18 : 9 – 10, janganlah membuat “menyesal” telah merancang kebaikan bagi kita di 2016 ini.
(2)   Pemberontakan
Coba renungkan kisah di Bilangan 12 tentang pemberontakan Miryam dan Harun memberontak kepada Musa, tidak cuma berakibat fatal membuat TUHAN tidak berpihak kepada mereka namun juga bisa menurun sifat pemberontakan ini kepada bangsa Israel (orang-orang yang dipimpinnya) – Bilangan 12 dan Bilangan 14.
Kita belajar hidup dalam penundukan diri kepada pemimpin bukan dikarenakan pemimpinnya harus lebih pintar, lebih bujaksana, lebih kaya  ataupun lebih rohani dari kita, NAMUN karena TUHAN memang MENGKEHENDAKI untuk kita memiliki karakter penundukan diri kepada pemimpin.
Contohnya penundukan diri tentang hal mendasar yang seringkali diingatkan terus mengenai harus TAWG dan posting TAWG (sistem ini dibuat justru menjagai semua kita untuk tetap untum dengan TUHAN dan Firman-NYA)
Hal yang aneh jika kita bilang bisa taat kepada TUHAN yang tidak kelihatan NAMUN kepada otoritas / pemimpin yang kelihatan kita tidak bisa taat.
“Tak peduli serohani apapun kita di sebagian besar area hidup kita, satu saja area yang tidak diserahkan kepada TUHAN dapat menyebabkan kejatuhan”  –  Philip Mantofa.
Mari belajarlah kita menang dalam karakter penundukan diri.
(3)   Mental 10 pengintai
Sepuluh pengintai (Bilangan 13) memang tidak memberi data palsu / dusta, namun cara memandang masalah / tantangan di kenyataan yang ada melebihi cara memandang kebesaran TUHAN yang sudah berjanji dan selalu sanggup mengatasi tantangan / masalah apapun di depan kita.
Cara pandang 10 pengintai bisa berbuahkan tawar hati.
Amsal 24 : 10  “jika engkau tawar hati pada masa kesesakan, kecillah kekuatanmu”


-Jawatan  Profetik  GBI  Miracle Service  Yogyakarta-

No comments:

Post a Comment

Terima kasih telah menulis komentar yang positif.