Saturday, 2 April 2016

Kuasa Kebangkitan Kristus

Ditulis oleh: Pnt. Joseph Panggabean, S.Th


(1 Korintus 15:3-8)
“Sebab yang sangat penting telah kusampaikan kepadamu, yaitu apa yang telah kuterima sendiri, ialah bahwa Kristus telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci, bahwa Ia telah dikuburkan, dan bahwa Ia telah dibangkitkan, pada hari yang ketiga, sesuai dengan Kitab Suci; bahwa Ia telah menampakkan diri kepada Kefas dan kemudian kepada kedua belas murid-Nya. Sesudah itu Ia menampakkan diri kepada lebih dari lima ratus saudara sekaligus; kebanyakan dari mereka masih hidup sampai sekarang, tetapi beberapa di antaranya telah meninggal. Selanjutnya Ia menampakkan diri kepada Yakobus, kemudian kepada semua rasul. Dan yang paling akhir dari semuanya Ia menampakkan diri juga kepadaku, sama seperti kepada anak yang lahir sebelum waktunya.”

Kebangkitan  Kristus menjadi titik kulminasi kekristenan, tanpa kebangkitan  Kristus maka sia-sialah iman orang percaya. Tanpa kebangkitan maka menjadi sia-sialah kematian Kristus dan kekristenan menjadi agamawi belaka. Murid murid Yesus datang ke Kubur untuk merempah-rempah tubuh Yesus,  karena tidak mengerti kitab suci (Lukas 24:1-8). Mereka lupa bahwa Tuhan Yesus pernah berkata Dia akan disalibkan tetapi akan bangkit pada hari ke tiga. Bahkan para Nabi telah menubuatkannya jauh sebelum Kristus ada di dunia. Kebangkita Tuhan Yesus adalah sesuatu yang nyata karena IA telah menampakkan diri kepada banyak orang.

7 Kesimpulan Utama Tentang Kebangkitan Kristus:

1.    Sesuai Kitab Suci: Iman Kekristenan yang Sesuai Kitab Suci
Apa yang Tuhan Yesus lakukan di bumi ini adalah menggenapi atau sesuai dengan apa yang tertulis dalam Kitab Suci. Kebangkitan Kristus mengajarkan kita untuk kita memiliki iman hidup kekeristenan yang sesuai dengan kitab suci. Kita harus tetap hidup sesuai dengan firman Tuhan sekalipun berat dan sukar jalannya.

2.    Menampakkan Diri Kepada Kefas: Jangan Tinggalkan Tuhan Meskipun Sukar Jalan Hidup Ini
Kefas atau Petrus adalah rasul Tuhan yang berani. Sejarah mencatat diakhir hidupnya Petrus disalib terbalik di kota Roma karena imannya kepada Tuhan Yesus. Hal ini mengajarkan kita untuk kita tidak pernah meninggalkan Tuhan meskipun sukar jalan-jalan yang akan kita lalui.

3.    Menampakkan Diri Kepada Kedua Belas Murid: Memulihkan Trauma
Setelah Tuhan Yesus disalibkan, murid-murid kembali kepada pekerjaan lamanya sebagai nelayan. Di tengah keputus asaan dan trauma Tuhan Yesus yang telah bangkit menampakkan diri kepada mereka (Yoh 20:26,29). Kebangkitan Kristus memulihkan segala trauma dalam hidup kita.

4.    Penampakan Kepada Lima Ratus Murid: Orang Percaya Menjadi Murid
Kita dipanggil bukan hanya untuk menjadi orang percaya saja tetapi untuk menjadi murid.    
  
5.    Penampakan Kepada Yakobus: Kematian Bukan Menjadi Hal Rahasia yang Menakutkan
Yakobus adalah salah satu Rasul yang karena Injil dibunuh oleh Herodes (Kis 12: 2-3). Hal ini mengajarkan kita bahwa kematian bukanlah rahasia yang menakutkan, karena kebangkitan Kristus telah mengalahkan kematian.

6.    Kepada Semua Para Rasul: Hidup Bagi Kepentingan Tuhan
Tuhan Yesus menampakkan diri kepada para Rasul, ini berbicara tentang kehidupan kekristenan yang senantiasa memilih melakukan kepentingan Tuhan (Kis 9: 4-5, 22:8, 26:15).

7.    Kepada Rasul Paulus: Hidup yang Memberi Buah, Hidup Maksimal (Filipi 1:20-22)
Sebagai orang percaya hidup kita harus menghasilkan buah bagi Tuhan secara maksimal. Seperti Rasul Paulus katakan bahwa jika ia hidup itu artinya ia harus menghasilkan buah bagi Kristus.


Kebangkitan Kristus harus menjadi dampak dalam keseharian dan semakin mengubahkan orang percaya menjadi seperti Yesus. 

1 comment:

  1. Saya tertarik dengan tulisan anda mengenai Psikologi. Perkembangan psikologi manusia sekarang ini harus sangat diperhatikan agar mereka tidak berkembang dengan mental yang salah. Saya memiliki beberapa tulisan sejenis mengenai psikologi yang dapat dilihat di www.ejournal.gunadarma.ac.id

    ReplyDelete

Terima kasih telah menulis komentar yang positif.