Wednesday, 13 July 2016

Pesan TUHAN Memasuki Juli 2016


Memasuki semester ke dua di 2016 ini, yaitu masuk bulan Juli 2016, adakah kondisi roh kita tetap menyala-nyala untuk melayani TUHAN?? (Roma 12 : 11).  Adakah kita seperti tipe gadis bijaksana yang terus menjaga pelitanya menyala dan mempunyai minyak dalam buli-bulinya sambil menantikan kedatangan Mempelai Pria?? (Matius 25:1-13).  Sungguh penting menjaga hal-hal tesebut karena itu dikehendaki TUHAN menjelang kedatangan-NYA kembali. Banyak orang dipanggil, tetapi lebih sedikit dari itu yang tergolong dipilih, namun tidak semuanya bisa mempertahankan menjadi kategori yang setia sampai pada kedatangan TUHAN. Mari membangun diri kita lebih sungguh-sungguh di semester ke dua di 2016 ini.
Menjelang masuk pesta perjamuan kawin Anak Domba Allah, TUHAN mau kita mengenakan pakaian pesta ( matius 22 : 11) : kekudusan dan kasih
Ada 2 pesan utama dari TUHAN memasuki bulan Juli 2016 ini :
1)      Di era penuaian besar-besaran, TUHAN mengkehendaki kita tidak jadi lemah (Galatia 6:9)
Bapak Pdt. Niko Njotorahardjo, sering mengingatkan bahwa ada 3 hal untuk kita menjadi kuat : Hadirat TUHAN, Pengurapan dan Bahasa Roh.
TUHAN juga mengingatkan bahwa ada 3 hal yang bisa membuat kita menjadi lemah (mengancam kita tidak bisa menuai) :
a)      Intimidasi yang bisa mengakibatkan kita menjadi tawar hati.
Hari-hari ini memang banyak tantangan dan persoalan yang tidak sedikit hadir dalam kehidupan kita, namun Amsal 24 : 10 mengingatkan bahwa jika kita menjadi tawar hati pada masa kesesakan maka kecillah kekuatan kita (kondisinya menjadi lemah)
b)     Cara Pandang yang salah / keliru
Cara pandang 10 pengintai pesimis untuk bisa mengalahkan Kanaan (apa yang sudah dijanjikan TUHAN) pernah meng-khamiri hati bangsa Israel (Bilangan 13)
Bujang Elisa menjadi lemah karena salah cara pandang dan memberi kesimpulan tentang dirinya ketika pasukan musuh telah mengepung  ( 2 Raja 6 : 8 -23 )
Waspadai cara pandang yang salah. Dekat TUHAN, mengenal TUHAN dan terus belajar memandang TUHAN membuat Daud “perkasa secara rohani” mempunyai kesimpulan yang sungguh luar biasa seperti yang dituliskan di Mazmur 27 : 2-3)
Jangan jadi “lemah” di era penuaian besar-besaran.
c)      Pengalihan Fokus
TUHAN kita adalah tipe Pribadi yang menuntaskan semua rencana-NYA dengan sempurna. Waspadai ketika tanpa disadari secara terang-terangan iblis sering membuat banyak pengalihan fokus yang bisa “menyita banyak tenaga dan waktu-waktu” kita sehingga kita berhasil dijadikan “kelelahan” sedangkan tugas utama yang dikehendaki-NYA atas masing-masing kita belum tentu bisa dituntaskan dengan tepat.
TUHAN juga mengingatkan bahwa ketika tidak hati-hati menjaga fokus kita bisa menjadi hamba yang jahat (Matius 24 : 48-51)
2)      Ini era peperangan rohani yang semakin besar, TUHAN mau kita menyadari dan memperhatikan beberapa hal ini :
Peperangan rohani itu bukan teori / pelajaran namun realita (kenyataan) dan praktek kehidupan yang sedang dijalani sehari-hari. Jangan sampai kita menjadi “bulan-bulanan / permainan” roh jahat dalam hidup kita.
Esensi Peperangan bukan hanya menghindari / bisa bertahan dari serangan-serangan musuh, namun gunakan otoritas dan kuasa TUHAN yang diberikan kepada kita dalam hidup benar kita tunduk kepada TUHAN (Yakobus 4 : 7)
a)      Kenali Musuh kita dan pengaruh-pengaruh atau senjata-senjatanya :
Okultisme, kepercayaan palsu / ajaran-ajaran sesat, nafsu / kenikmatan seksual / penyimpangan-penyimpangan seksual, kecanduan, kecenderungan berpesta pora, kebencian, iri hati, aborsi, kuasa sakit penyakit, kuasa yang mematikan, depresi dan bunuh diri.
b)      Kenali senjata-senjata peperangan yang TUHAN anugrahkan kepada kita
*) Perlengkapan Senjata Allah ( Efesus 6 : 13-18)
*) Darah Yesus (Ibrani 9:11-12)
*) Nama Yesus (Markus 16 : 17-18)
*) Kesaksian kita (Wahyu 12:11)
*) Pujian & Penyembahan (Mazmur 149 : 6 -9)
*) Firman TUHAN (Ibrani 4 : 12-13)
*) DOA dan PUASA (Matius 17:21)
*) Kuasa untuk mengikat dan melepaskan (Matius 16:19, Matius 12 : 29)
TUHAN juga mengingatkan waspadai “degradasi kualitas rohani” yang bisa melanda banyak anak-anak TUHAN dan hamba-hamba TUHAN hari-hari ini. Salah satunya degradasi bisa terjadi ketika kita terus tinggal di zona nyaman yang salah. Hargai dan hormati TUHAN dengan hati yang mudah dibentuk saat kita mengalami TUHAN bekerja melalui proses atau sistem untuk membuat kita “melawan arus kenyamanan”
TUHAN sungguh-sungguh bisa mengenali siapa pelayan-pelayanNYA yang benar-benar mempunyai mental pasukan yang militan dan mempunyai hati yang cinta TUHAN dengan kualitas mempelai.


-Jawatan  Profetik  GBI Miracle Service  Yogyakarta-

No comments:

Post a comment

Terima kasih telah menulis komentar yang positif.